Pengamat Singgung Diplomasi Prabowo Buntut Kapal Tanker Indonesia Tak Bisa Lewati Selat Hormuz


16 April 2026 6:34 pm
.
2 min read

AXIALNEWS.id | Langkah Iran menutup Selat Hormuz dianggap sebagai strategi paling vital yang dapat melumpuhkan stabilitas ekonomi global, khususnya Amerika Serikat (AS).

Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menilai blokade pada jalur distribusi minyak dunia tersebut secara langsung membuat posisi Washington kian terjepit.

Faisal mengungkapkan, meski AS berstatus sebagai negara super power akan tetapi mereka ternyata tidak berani mengambil langkah militer untuk membuka paksa selat tersebut.

Hal itu diungkapkan Faisal saat sesi wawancara khusus di Studio Tribunnews.com, kawasan Palmerah, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga  Serangan Drone Iran Hantam Pangkalan Udara di Kuwait, 15 Personel AS Jadi Korban

“Negara super power seperti Amerika ternyata tidak berani membuka paksa Selat Hormuz,” kata Faisal.

Menurut Faisal, Amerika menyadari bahwa melakukan serangan darat ke Iran untuk mengamankan selat tersebut adalah kesalahan besar yang sangat berisiko.

Ketakutan ini terlihat dari upaya diplomasi Amerika yang justru menawarkan ide untuk mengelola Selat Hormuz secara bersama-sama dengan Iran.

“Amerika menawarkan bagaimana kita mengelola Selat Hormuz bersama. Tapi Iran menolak dengan alasan Amerika tidak punya kedaulatan di sana,” ungkapnya.

Baca Juga  Suplai Beras SPHP di Pasar Sei Sikambing Tersendat, Rico Waas Turun ke Lokasi

Penutupan jalur logistik ini pun berdampak langsung pada meroketnya harga BBM di tingkat dunia, yang memicu protes besar di dalam negeri AS terhadap Presiden Donald Trump.

Namun, di sisi lain, Faisal juga menyoroti nasib kapal-kapal tanker milik Indonesia yang hingga kini dilaporkan belum bisa melintas di perairan strategis tersebut.

Ia menduga hal ini berkaitan erat dengan posisi diplomasi Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu condong membela Amerika dan Israel.

“Masih dipertanyakan kenapa kapal tanker Indonesia belum bisa melintas. Ini mungkin dampak dari kebijakan luar negeri kita,” tuturnya.

Baca Juga  Dubes UEA Tegaskan Serangan Iran ke Timur Tengah Bukan Konflik Agama

Faisal menilai keberanian Iran dalam memegang kendali penuh atas Selat Hormuz telah membalikkan keadaan dalam peta kekuatan geopolitik.

Iran kini berada pada posisi yang mendikte Amerika Serikat, bukan sebaliknya.

“Iran yang bakal menentukan kapan perang berakhir. Selama Amerika melancarkan agresi, Iran akan tetap bertahan dengan menutup selat itu,” tandas Faisal.

Editor: M. Nuh
Sumber: Tribunnews.com

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch